Tag: Bata Hebel

  • Cara meminimalisir Resiko Kecelakaan Kerja

    Cara meminimalisir Resiko Kecelakaan Kerja

    Kegiatan pelaksanaan proyek konstruksi terdapat resiko terjadi kecelakaan tinggi, tidak jarang kita akan
    menemui sebuah kecelakaan ringan seperti tertancap paku atau bahkan meinggal dunia karena
    keruntuhan. hal ini tentu merupakan hal yang tidak diharapkan, disatu sisi pelaksanaan pembangunan
    diharapkan dapat selesai secepat mungkin namun dari segi kecelakaan juga ditekan seminimal
    mungkin sehingga zero Accident dari awal sampai proyek selesai. disini kita bahasa beberapa upaya
    yang mungkin bisa dilakukan untuk sebagai cara mencegah kecelakaan proyek konstruksi
    Khususnya dalam industri konstruksi baja dapat terjadi kapan saja dan dapat menimbulkan kerugian
    besar. Oleh karena itu, membangun tempat kerja yang aman dan memprioritaskan para pekerja perlu
    menjadi prioritas hal yang utama di setiap tempat kerja.
    Kecelakaan seperti ini dapat mengakibatkan cedera serius, bahkan kematian, dan berdampak pada
    kelancaran proyek dimasa depan. Untuk mencegah kecelakaan yang dapat berdampak fatal seperti itu,
    di artikel ini kita akan membahas tips untuk meminimalisir risiko kecelakaan di tempat kerja.

    Dilansir dari data BPJS Ketenagakerjaan, pada tahun 2022 setidaknya terdapat 207.530 kasus
    kecelakaan kerja di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.633 kasus berakibat fatal, 180.063 kasus
    mengakibatkan luka berat dan 25.834 kasus mengakibatkan luka ringan.
    Dengan data yang cukup tinggi tersebut, tentulah setiap perusahaan perlu memiliki peraturan yang
    dapat memberikan keselamatan kerja bagi karyawan. Bagi para karyawan, keselamatan kerja berarti
    terhindar dari cedera atau kematian. Bagi perusahaan, keselamatan kerja berarti dapat meningkatkan
    produktivitas, mengurangi biaya, dan meningkatkan citra perusahaan.


    Identifikasi Risiko Kecelakaan di Tempat Kerja

    Kecelakaan di tempat kerja dapat terjadi dalam berbagai bentuk dan jenis risiko tergantung pada
    lingkungan kerja dan jenis pekerjaan yang dilakukan. Berikut ini adalah beberapa jenis risiko
    kecelakaan yang umum terjadi :

    1. Risiko Fisik: Kecelakaan ini mencakup para pekerja yang tidak sengaja terjatuh, tertimpa benda, tersandung terluka oleh benda tajam, atau terpapar bahan kimia yang berbahaya.
    2. Risiko Lingkungan: Kecelakaan kerja seperti paparan kebisingan, getaran, radiasi, dan polusi udara.
    3. Risiko Psikososial: Kecelakaan ini bisa terjadi karena lingkungan sosial, seperti adanya bullying yang dapat membuat para pekerja menjadi depresi. Bisa juga, kecelakaan ini terjadi karena perusahaan yang terlalu menekan para karyawan hingga menjadi stres, kelelahan, serta depresi.
    4. Risiko ergonomi: Kecelakaan yang terjadi karena cedera otot dan tulang akibat gerakan berulang, postur tubuh yang salah, dan mengangkat beban terlalu berat.


    Cara mencegah kecelakaan proyek konstruksi

    1. Menugaskan personil khusus yang bertanggung jawab memanajemen kecelakaan, kesehatan dan kebersihan lingkungan kerja atau biasa disebut sebagai K3.
    2. Memasang rambu-rambu peringatan seperti awas benda jatuh, awas lobang void, awas listrik, dan rambu proyek lainya.
    3. Memakai alat keselamatan kerja sebagai pelindung diri seperti sepatu safety, sabuk pengaman, helm proyek dan penutup kuping sebagai pelindung dari suara bising mesin.
    4. Mengadakan penyuluhan sesering mungkin dengan mengumpulkan seluruh tenaga kerja sehingga dapat mengarahkan dan mengingatkan tentang bahaya kecelakaan proyek dan himbauan agar berhati-hati dalam bekerja.
    5. Merencanakan dengan baik setiap metode pelaksanaan konstruksi, misalnya menghitung benda berat yang akan diangkat tower crane apakah masih dalam batas kapasitas kemampuan beban angkat.
    6. Menutup lobang void dan memberi ralling sementara dipinggirnya, pemasangan ralling juga dipasang pada area tepi struktur gedung agar pekerja aman dari bahaya jatuh dari ketinggian.
    7. Mewajibkan dan menugaskan personil khusus untuk mengontrol pekerja apakah sudah menggunakan alat pengaman diri dan bekerja tanpa terkena resiko kecelakaan.
    8. Membersihkan area proyek sesering mungkin, karena selain menimbulkan susana proyek menyenangkan juga terhindar dari resiko terkena benda-benda berserakan.
    9. Pada pekerjaan pengecoran beton harus dilakukan pengecekan terlebih dahulu apakah bekisting sudah terpasang kuat, dan sambungan besi tulangan sudah benar.
    10. Membuat area khusus merokok agar pekerja tidak merokok sembarangan yang dapat menyebabkan bahaya kebakaran proyek.
    11. Memasang tabung APAR alat pemadam api ringan di lokasi proyek yang berpotensi muncul kebakaran.
    12. Meletakan kabel sementara proyek dengan rapi dan aman tidak berserakan.
    13. Mengadakan syukuran, selamatan atau doa bersama memohon kepada Allah SWT agar kegiatan pelaksanaan proyek dapat berlangsung dengan aman dan selesai sesuai target yang direncanakan sebelumnya.


    Sebagai perusahaan yang telah berdiri sejak tahun 1995, PT. Pabutama Konstruksindo berkomitmen
    untuk menerapkan standar keselamatan kerja yang tinggi dalam setiap proyek konstruksi yang
    dikerjakannya. Dengan memperhatikan Kesehatan, Keselamatan, dan Keamanan Kerja (K3),
    perusahaan berusaha meminimalisi risiko kecelakaan dan menjaga kesejahteraan para pekerjanya .

    Berencana ingin membuat Rumah Tinggal ataupun Bangunan Bisnis percayakanlah kepada
    kami, Pakons telah berpengalaman dalam mengerjakan berbagai jenis proyek konstruksi, baik
    konstruksi skala kecil atau besar, kami memiliki pekerja professional dibidangnya yang mampu
    bekerja secara professional dan terjamin. Area jangkauan kerja kami seluruh wilayah
    Indonesia. info lebih lengkap bisa kontak kami di Whatsapp (+62) 838-9132-6781

    Sumber Informasi : synergysolusi, bpdb.jogjaprov, journaluntar, ilmusipil

  • Manakah Yang Lebih Kuat, Bata Merah VS Hebel ??

    Manakah Yang Lebih Kuat, Bata Merah VS Hebel ??

    Perkembangan membuat banyak sekali perubahan terutama dari segi ketersediaan material
    banguan. Hal ini kamu bisa bebas memilih untuk bahan pembuatan struktur bangunan Hunian
    atau Gedung yang bisa kamu sesuaikan dengan konsep bangunan ataupu budget yang kami
    miliki.

    Dalam bahan baku pembuatan dinding, saat ini sangat popular dengan 2 (Dua) opsi material
    terpopuler yakni Bata Merah dan Bata Hebel atau biasa disebut dengan Bata Ringan.
    Walaupun keduanya adalah sama-sama bahan baku pembuatan dinding, yuk Simak
    penjelasan lebih meluas Bata Merah dan Bata Hebel, agar kamu bisa memilih secara tepat
    material bata mana yang paling cocok digunakan untuk Bangunan yang kamu inginkan.

    Bahan Utama Bata Merah dan Bata Hebel

    Pembuatan, Bata Merah diproduksi dari tanah liat dengan proses pencetakan yang kemudian
    dibakar pada suhu tinggi hingga mengering dan mengeras. Sementara itu, bata hebel yang
    terdiri dari dua jenis, yakni Autoclaved Aerated Concrete (AAC) dan Cellular Lightweight
    Concrete (CLC) menggunakan bahan utama yang sedikit lebih kompleks dibandingkan material
    bata merah.

    Bata hebel AAC, proses produksi yang dilakukan menggunakan bahan utama berupa semen,
    pasir kwarsa, kapur, gypsum, air, dan pasta alumunium. Sementara, untuk bata hebel CLC
    dibuat menggunakan bahan utama seperti pasir, semen, air, dan busa.

    Kekuatan Bata Hebel dan Bata Merah

    Bata Hebel dalam produksinya menggunakan bahan pengikat berupa semen yang memiliki
    kekuatan lebih tinggi ketimbang tanah liat pada bata merah. Alhasil, kekuatan bata hebel jauh
    lebih unggul. Terlebih lagi, material bata hebel ini pun menggunakan campuran bahan yang
    sama seperti bahan pembuatan beton sehingga memenuhi standar untuk pembuatan
    bangunan tahan gempa.

    Bata Merah dalam materialnya pun hanya memiliki kemampuan untuk menahan beban
    sekitar 25 kilogram per sentimeter persegi. Sementara, bata hebel dapat menahan beban
    mencapai 40 kg per sentimeter persegi. Dengan demikian, hal ini menunjukkan bahwa bata
    hebel memiliki kekuatan dua kali lebih baik ketimbang bata merah.

    Penggunaan Bata Hebel dan Bata Merah

    Umumnya, bata merah dibuat oleh industri rumahan, sedangkan bata hebel diproduksi
    menggunakan teknologi yang lebih modern sehingga memengaruhi kerapian yang dihasilkan.
    Bata hebel mempunyai ukuran, bentuk, dan kualitas yang seragam agar memudahkanmu
    dalam mengaplikasikannya. Lain halnya dengan bata merah yang memiliki ukuran dan bentuk
    tidak seragam sehingga memerlukan plesteran tebal untuk menghasilkan dinding rata.

    Meskipun demikian, bata merah lebih mudah untuk dipasang karena tidak memerlukan
    keahlian khusus, sedangkan bata hebel sebaiknya dipasangkan oleh ahli khusus agar hasilnya
    presisi. Selain itu, bata merah pun sangat cocok digunakan pada bidang bangunan yang kecil,
    sedangkan bata hebel lebih pas digunakan pada bangunan yang terdiri dari beberapa lantai.

    Harga Bata Hebel dan Bata Merah

    Sangat mudah ditemukan di hampir semua toko material, bata merah dijual dengan harga
    yang cukup terjangkau sehingga sangat cocok digunakan oleh kamu yang memiliki anggaran
    terbatas untuk membangun hunian impian. Lain halnya dengan bata hebel yang
    ketersediaannya saat ini masih cukup jarang sehingga dijual dengan harga yang lebih mahal
    ketimbang bata merah.

    Penjelasan di atas mengenai perbedaan bata hebel dan bata merah, diharapkan kamu bisa
    menemukan material dinding terbaik yang disesuaikan dengan jenis bangunan, finishing, dan
    anggaran yang dimiliki.

    Berencana ingin membuat Rumah Tinggal ataupun Bangunan Bisnis percayakanlah kepada
    kami, Pakons telah berpengalaman dalam mengerjakan berbagai jenis proyek konstruksi, baik
    konstruksi skala kecil atau besar, kami memiliki pekerja professional dibidangnya yang mampu
    bekerja secara professional dan terjamin. Area jangkauan kerja kami seluruh wilayah
    Indonesia. info lebih lengkap bisa kontak kami di Whatsapp (+62) 838-9132-6781

    Sumber Informasi : dekorrumah, architect.id, propertyandthecity